E-Mail Dari Desy Putri - Niswa Djupri

Breaking

Senin, 08 November 2010

E-Mail Dari Desy Putri







===========================================================




[November 2009]

Assalamu'alaikum..

hari ini di sini hujan mbak. Aku sudah gak bisa untuk terus diam. Aku kangen sama mbak. Dan hujan ini menjadi salah satu alasan di antaranya.




===========================================================



[November 2009]

Segala pudar, kusut dan suram.. Telah Putri luluhkan.. Satu kisah yang setidaknya ikut andil dalam setiap bentukan diri yg sekarang. Dan yang segala tulus saja akan kembali diceritakan. Segala doa dan harap adalah yang terbaik untuk langkah Mbak selanjutnya. Segenap cinta dan ridho Illahi semoga pula menjadi lindungan yang Kaffah.. Amien..





===========================================================




[17:05 - 8 November 2010] 


Assalamu’alaikum....





Pada dokumentasi saya, saya lebih suka mendokumentasikan mbak sebagai “sahabat” yang akan selalu menjadi “sahabat” dalam hati ini. Entah seperti apa persahabatan yang bisa dengan berani saya sebut sebagai ”sahabat” ini (maaf jika tidak berkenan), sedang kita sangat lama tak sedikit pun saling senyum dan menatapkan tawa.





Saya pun tidak akan bertanya pada mbak tentang seperti apa Mbak mendokumentasikan saya sekarang.


Tapi ada saksi lain tentang senyum yang selalu sumringah melihat mbak secara diam-diam. Meskipun sekarang aksesnya sudah mulai Mbak batasi..^_^..





Ada saksi lain pula yang melihat saya berbulir air mata menyesak dalam rindu ini. Yang saya tahu, sebenarnya saya sendiri pula yang telah menjadi batas kokoh sehingga ada yang disebut rindu seperti ini kepada ”Sang Sahabat”.





Apa kabar Mbak hari ini, kemarin, kemarin lusanya dan tentang rencana selanjutnya? Saya harap selalu baik, lebih baik dan tetap terbaik dalam keputusan, ridho dan anugrah Allah ya...Amiin..





Kalau tentang saya, Alhamdulillah pasti pula semuanya terlaku atas ijin dan keputusan terbaik Allah pula buat saya.





Terimakasih telah dan masih mengingat tulisan-tulisan saya. Meskipun sebenarnya sekarang tidak banyak yang saya simpan tentang tulisan-tulisan yang lalu. Saya sudah hampir berusaha melupakan bagaimana ”asyiknya dunia menulis” Mbak. Menulis hanya akan kembali menjatuhkan saya pada titik lalu yang secara acak di beberapa bagian justru ingin tidak lagi terdokumentasikan dalam memory saya.. Bukan tentang Mbak Niswa..*-*


-Ups,sekilas curhat nie –





Sungguh sangat bahagia membaca message dari Mbak. Setidaknya saya tahu, Mbak masih ingat sama saya. Dan maaf juga belum bisa confirm Mbak di FB. Tak hanya sekedar ”friend” tentang Mbak yang saya anggap. Dan beberapa alasan lain yang sungguh saya masih menganggap Mbak sebagai sahabat.





Mbak, kalau bisa saat ini digambarkan sebagai sebuah pelukan, maka saya sedang gambarkan sebagai pulukan saya kepada Mbak adalah pelukan yang sangat lama dan pundak Mbak pun akan basah karena air mata saya. - ^_^...^_^ -





Dari segala bentuk ungkapan permintaan maaf, saya memang tak pandai mendeskripsikan yang terindah.Tapi intinya, Saya...”Putri mohon maaf atas segala yang sering atau mungkin masih menyesakkan hati Mbak karena Putri. Tolong diikhlaskan atas limpahan segara pemaafannya. Putri mohon maaf atas semuanya.”





Salam peluk, cium dan sayang selalu buat Mbak.. 





Wassalamu’alaikum Warohmah....





-Putri-





===========================================================






[17:05 - 8 November 2010] 

Pendeskripsian yang juga tetap saya ingat. Meski sempat dulu sama sekali tak mampu saya mengerti dan memahami bahkan sekedar menerjemahkan apa yang memenuhi ruang "sahabat" itu hingga akhirnya tumpah..



Tapi memang saya hanya seonggok hati yang terlampau payah untuk itu semua. Hingga akhirnya Allah kembali mengajarkan kemuliaan deskripsi itu sendiri. Seiring waktu, ketika hati ini juga semakin tumbuh.



Dan saya tahu, semakin beriringnya yang lain, mungkin pada bagian yang ini, saya telah terlambat.



Jika memang sempat sinar itu redup, semoga bumi akan selalu memiliki cara untuk tetap terang dan justru tak letih mengajarkan bulan dan matahari untuk kembali menerangi.





===========================================================






Dari: Desy Putri Purnaimami Subagjo

Untuk: Niswatul Ma'rifah