New

Niswa Djupri
(Niswatul Ma'rifah, S.Kom., CHt)
Ya Allah… dalam diamku sebagai seorang ibu dan istri, ada begitu banyak doa yang tak pernah sempat terucap dengan lantang. Doa-doa yang hanya Engkau dengar, di sela lelahku, di antara air mata yang sering kutahan sendiri.
Aku mungkin tidak selalu kuat, ya Allah. Ada hari-hari di mana aku merasa lelah sekali menjalani peranku. Tapi di setiap lelah itu, aku selalu kembali kepada-Mu. Meminta agar Engkau kuatkan hatiku, agar aku tetap bisa tersenyum di hadapan keluargaku.
Ya Rabb, jagalah suamiku… lelaki yang menjadi imam dalam hidupku. Lembutkan hatinya, lapangkan rezekinya, kuatkan pundaknya. Jika ia lelah, izinkan aku menjadi tempatnya pulang. Jika ia jatuh, izinkan aku tetap berdiri di sampingnya tanpa mengeluh.
Dan untuk anak-anakku, ya Allah… titipan-Mu yang paling berharga dalam hidupku. Aku tidak meminta mereka menjadi sempurna, aku hanya memohon agar Engkau menjaga hati mereka. Dekatkan mereka pada-Mu, cintakan mereka pada Al-Qur’an, dan jadikan mereka penyejuk di dunia serta penolongku di akhirat.
Ya Allah, jika aku pernah marah pada mereka, jika lisanku pernah melukai hati kecil mereka, ampunilah aku. Aku hanyalah ibu yang masih belajar. Ajari aku untuk lebih sabar, lebih lembut, dan lebih memahami setiap tangis yang mereka sembunyikan.
Dalam sujudku, aku sering berdoa tanpa kata yang indah. Hanya tangis yang jatuh dan hati yang pasrah. Karena aku tahu, Engkau Maha Mengerti bahkan sebelum aku mampu merangkai doa dengan sempurna.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, ya Allah. Tapi aku percaya, selama aku menjaga hubunganku dengan-Mu, Engkau akan menjaga keluargaku. Maka jangan pernah jauhkan aku dari-Mu, meski aku sering lalai dan penuh dosa.
Jika suatu hari aku tidak lagi ada untuk mereka, ya Allah… tetaplah Engkau yang menjaga mereka. Jangan biarkan mereka merasa kehilangan arah. Peluk mereka dengan kasih sayang-Mu, seperti Engkau selalu memelukku dalam setiap doa yang kupanjatkan.
Dan jika hidup ini penuh ujian, cukupkan aku dengan keyakinan bahwa semua ini adalah jalan untuk mendekat kepada-Mu. Jangan biarkan hatiku keras, jangan biarkan aku menyerah.
Karena pada akhirnya, ya Allah… aku hanya ingin pulang kepada-Mu dalam keadaan ridha dan Engkau meridhai. Bersama suamiku, bersama anak-anakku, dalam kasih sayang-Mu yang tidak pernah bertepi.