Niswa Djupri: Suara Kritik Sosial dalam Trilogi Sastra "Negeri Sembilan Matahari" - Niswa Djupri

Breaking

Selasa, 02 April 2013

Niswa Djupri: Suara Kritik Sosial dalam Trilogi Sastra "Negeri Sembilan Matahari"

Niswa Djupri - Negeri Sembilan Matahari - Trilogi Kritik Sosial





Denpasar, 2 April 2013 - Dalam dunia sastra Indonesia, karya-karya yang berbicara tentang sosial, politik, dan berbagai isu kehidupan masyarakat sering kali menjadi sorotan. Salah satu penyair yang berhasil meraih perhatian melalui tulisannya yang tajam dan penuh makna adalah Niswa Djupri. Namanya bersinar sebagai salah satu dari 50 penyair yang berkontribusi dalam buku "Negeri Sembilan Matahari: Antologi Puisi - Prosa Liris Kritik Sosial 50 Penyair Indonesia".

Buku ini merupakan bagian pertama dari trilogi sastra kritik sosial yang menggambarkan realitas masyarakat Indonesia dengan sudut pandang yang unik. Diterbitkan pertama kali oleh Sastra Welang Pustaka pada tahun 2013, karya ini berisikan kumpulan puisi dan prosa liris dari 50 penyair ternama Indonesia. Niswa Djupri turut ambil bagian dalam menghadirkan suara kritiknya melalui bait-bait puisi yang menggugah.

"Negeri Sembilan Matahari" adalah sebuah buku yang berani mengeksplorasi sisi-sisi gelap dan terang masyarakat kita. Dari pelbagai sudut pandang dan latar belakang, para penyair melukiskan segala warna dan nuansa Indonesia. Buku ini berisi 238 halaman dengan ukuran 21 cm x 16 cm, yang membuatnya nyaman untuk dinikmati oleh pembaca. ISBN 978-602-99907-6-8 merupakan tanda pengenal unik yang melekat pada buku ini.

Bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang pesan-pesan yang tertanam dalam setiap barisnya. Melalui karyanya, Niswa Djupri dan rekan-rekan penyair lainnya memberikan refleksi mendalam tentang kondisi sosial-politik Indonesia. Dalam buku ini, Djupri merangkai kata-kata dengan indah untuk menyoroti permasalahan yang menghantui masyarakat, sekaligus menawarkan harapan dan panggilan untuk perubahan.

Niswa Djupri - Negeri Sembilan Matahari - Trilogi Kritik Sosial

Trilogi sastra kritik sosial ini juga menampilkan dua buku lainnya, yakni "Langit Terbakar Saat Anak-Anak Itu Lapar" dan "Semangkuk Nasi dan Sang Presiden". Ketiga buku ini membentuk satu rangkaian karya sastra yang mengungkap berbagai dimensi kehidupan Indonesia secara mendalam.

Pada tanggal 31 Maret 2013, peluncuran buku "Negeri Sembilan Matahari" menjadi acara yang tak terlupakan. Diadakan di Teater SangSaka, acara ini menampilkan rangkaian kegiatan menarik, seperti musikalisasi puisi, dramatisasi cerpen, diskusi sastra bersama Wayan Sunarta, pembacaan puisi oleh Wayan Sunarta dan Dhenok Kristianti, serta pertunjukan seni oleh Jingga Kelana Putra Santiaji. Tidak ketinggalan, Teater Sastra Welang turut berkontribusi dengan pementasan drama berjudul "Presiden Kita Tercinta".

Niswa Djupri bersama 49 penyair lainnya menerima penghargaan simbolis atas kontribusinya dalam menciptakan karya yang menginspirasi dan memberikan sudut pandang baru terhadap realitas sosial Indonesia. Kehadiran buku ini menjadi sebuah tonggak penting dalam dunia sastra Indonesia, mengingatkan kita semua akan pentingnya mengangkat suara melalui kata-kata untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Sebagai penutup, karya Niswa Djupri dalam buku "Negeri Sembilan Matahari" dan trilogi sastra kritik sosial ini adalah bukti nyata bahwa sastra mampu menjadi media yang kuat untuk menyuarakan keprihatinan dan pandangan tentang dunia sekitar. Semoga karya-karya seperti ini terus mengalir dan menginspirasi generasi-generasi mendatang untuk tetap peduli dan berpartisipasi dalam membangun masa depan yang lebih baik.