Dosen "Hohahe" Stikom Bali - Ni Ketut Dewi Ari Jayanti - Niswa Djupri

Breaking

Rabu, 02 Februari 2011

Dosen "Hohahe" Stikom Bali - Ni Ketut Dewi Ari Jayanti

ITT Magz (Innovation Technology Team Magazine)
Volume: 00001 -- 00010 -- 00011 (Februari 2011)
Halaman: 8-9


Dosen “Hohahe” Stikom Bali - Ni Ketut Dewi Ari Jayanti


Ni Ketut Dewi Ari Jayanti, yang biasa dipanggil Ibu Ari adalah salah satu dari dosen tetap Stikom Bali. Terlahir di Denpasar, 9 Januari 1980, merupakan anak ke empat dari empat bersaudara. Dosen yang terkenal dengan kata ‘Hohahe’nya dan menyebut mahasiswanya adalah mahasiswa ‘Hohahe’ ini sudah jarang terlihat di perpustakaan. Sudah tau kenapa? Sekarang Bu Ari menjabat sebagai Kajur Sistem Informasi pertanggal 26 Desember 2010, dan sudah pindah ruangan yang tidak seluas ruangan yang dulu.

Ibu dosen yang mencintai pantai ini, dalam perjalanan akademisnya, menghabiskan masa belajar di SMAN 3 Denpasar pada tahun 1997 dan melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Universitas Gunadarma Jakarta. Pulang ke kampung halaman untuk bekerja pada tahun 2001 dan baru melanjutkan kuliahnya kembali tahun 2006 di Universitas Indonesia serta berhasil meraih gelar M.Kom pada tahun 2008.

Menurut pengakuannya, pada masa itu dirinya sama seperti mahasiswa–mahasiswa pada umumnya, yang tidak suka membaca dan lebih suka mendengar musik.

“Saya tidak suka membaca tapi saya suka mendengar”, begitu ungkap Ibu Ari. Tapi, bukan berarti tidak suka membaca membuat kita bermalas-malasan. “Saya tidak mau lulus yang hanya sekedar lulus. Karena bagi saya, belajar tidak hanya dari membaca, dengan mendengar pun kita bisa belajar.”

Mendengarkan berulang-ulang rekaman setiap kata, kalimat yang disampaikan dosen di depan kelas menjadi teman setiap perjalanan dan tidurnya.

“Seperti lagu, tanpa berniat menghapal atau mengingatnya, jika didengarkan terus menerus, lama–lama jadi hafal,” begitu ungkap Ibu Ari.

Dalam hal ini, Ibu Ari memberi pesan kepada semua mahasiswa Stikom Bali agar bisa memotivasi diri dan selalu percaya diri, “Saya berharap kepada semua mahasiswa agar mampu memotivasi diri untuk lebih semangat belajar dan percaya kepada hasil pekerjaan sendiri,” harapnya.

Selain itu, Bu Ari juga menambahkan sedikit mengenai pengertian dari kata mahasiswa, “Menurut saya, materi kuliah tidak harus diterangkan satu persatu, justru mahasiswa juga harus mandiri, selayaknya nama dari mahasiswa, Maha-nya dari siswa. Jadi tidak seperti siswa yang terus didikte. Namun sebagai dosen yang bertanggungjawab membimbing mahasiswa, saya sangat bersedia apabila mahasiswa mencari saya untuk bertanya atau berbagi ilmu.”



Denpasar, Januari 2011
Niswa M. Djupri